Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Sultra Minta Ali Mazi Evaluasi Sekretaris DPW

Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Sulawesi Tenggara, Masyhur Masie Abunawas (Kiri), Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Lakimi (Kanan)

SULTRAWINN.COM, KENDARI – Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Sulawesi Tenggara, Masyhur Masie Abunawas, meminta Ketua DPW NasDem Sultra, Ali Mazi, melakukan evaluasi terhadap Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Lakimi.

Permintaan itu disampaikan Masyhur saat ditemui di kediamannya, Sabtu (23/5/2026). Ia mengaku kecewa terhadap kondisi internal partai sejak Tahir Lakimi menjabat sebagai sekretaris DPW.

“Sejak dia diangkat jadi sekretaris, tidak pernah ada rapat bulanan. Kegiatan partai juga tidak pernah diinformasikan kepada kami. Padahal kami ini orang-orang yang membesarkan NasDem dari awal,” kata Masyhur.

Mantan Wali Kota Kendari itu menilai sejumlah kader senior yang ikut merintis NasDem di Sultra mulai tidak dilibatkan dalam aktivitas partai.

“Dulu kita membawa NasDem di Sultra saat masih berbentuk organisasi sampai menjadi besar seperti sekarang. Tapi sekarang seolah-olah kami dilupakan,” ujarnya.

Selain itu, Masyhur juga mempertanyakan proses Tahir Lakimi hingga bisa menduduki jabatan strategis di internal partai. Ia mengaku tidak mengenal sosok Tahir sebelumnya.

“Saya tidak tahu siapa Tahir Lakimi. Tiba-tiba muncul dan langsung jadi sekretaris. Bagi saya dia orang misterius di NasDem,” katanya.

Menurut Masyhur, berdasarkan informasi yang diterimanya, Tahir Lakimi sebelumnya merupakan kader Partai Golkar sebelum bergabung ke NasDem.

“Informasi yang saya dapat, dia kader Golkar yang dipecat, lalu masuk ke NasDem dan langsung diangkat jadi sekretaris. Sementara kami yang merintis partai dari awal justru tidak pernah dilibatkan,” ucapnya.

Karena itu, Masyhur meminta Ali Mazi segera melakukan evaluasi demi menjaga soliditas partai di Sulawesi Tenggara.

“Kalau NasDem mau tetap besar di Sultra, Ali Mazi harus melakukan evaluasi terhadap Tahir Lakimi. Jangan sampai kader-kader lama yang membesarkan partai malah ditinggalkan,” tuturnya.