Musprovlub Muaythai Sultra, Wakil Ketua Umum PBMI Tekankan Pembinaan Atlet dan Target Emas PON

SULTRAWINN.COM, KENDARI – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), DR. H. FACHRUL RAZI, menekankan pentingnya penguatan pembinaan atlet, pengembangan industri olahraga, serta target prestasi pada pelaksanaan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Muaythai Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan yang digelar pada Minggu (21/6/2026) itu berlangsung di Aula Ruang Samaturu Kantor Wali Kota Kendari dan dihadiri pengurus provinsi, pengurus kabupaten/kota, serta sejumlah unsur terkait.

Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa seluruh kepengurusan Muaythai di tingkat provinsi harus tetap berjalan sesuai arahan organisasi pusat dan berkoordinasi dengan KONI.

Ia mengatakan, PBMI telah menargetkan seluruh provinsi di Indonesia menyelesaikan proses musyawarah provinsi sebelum pertengahan tahun sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.

“PBMI saat ini memiliki target agar seluruh provinsi menyelesaikan musyawarah dan kepengurusan berjalan sesuai ketentuan organisasi,” Ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa kepengurusan PB Muaythai Indonesia telah memiliki legalitas organisasi berdasarkan keputusan yang dikeluarkan KONI Pusat, sehingga seluruh pengurus daerah diminta berjalan dalam satu komando.

Selain membahas konsolidasi organisasi, Fachrul Razi juga menyoroti pentingnya peningkatan prestasi atlet Sulawesi Tenggara menjelang agenda olahraga nasional, termasuk PON bela diri dan PON mendatang di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurutnya, Sultra memiliki potensi atlet yang cukup besar, termasuk atlet-atlet yang saat ini berkiprah di kompetisi profesional seperti MMA dan One Pride.

Ia meminta agar atlet-atlet asal Sultra yang berkarier di luar daerah dapat kembali memperkuat daerah asal mereka.

“Kembalikan putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara untuk membawa prestasi bagi daerahnya sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pembinaan atlet tidak hanya berfokus pada latihan, tetapi juga memperbanyak jam tanding melalui kompetisi tingkat daerah maupun keikutsertaan pada turnamen internasional, khususnya di Malaysia dan Thailand.

Selain aspek prestasi, PBMI juga mendorong pengurus daerah untuk mulai mengembangkan industri olahraga melalui sertifikasi pelatih, pengelolaan pusat latihan (camp), dan pembinaan komunitas Muaythai.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi sumber pendapatan organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan atlet.

“Jangan sampai atlet berprestasi, tetapi kesejahteraannya tertinggal. Pengurus harus mampu menciptakan sistem yang mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan,” katanya.