SULTRAWINN.COM, KENDARI – Politikus dan tokoh Sulawesi Tenggara, Habil Marati, kembali menyalurkan bantuan sosial berupa 2,5 ton beras kepada warga yang membutuhkan di Kota Kendari. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat di sejumlah wilayah, terutama janda dan kaum duafa.
Penyaluran bantuan di Kendari merupakan bagian dari kegiatan sosial yang sebelumnya dilakukan Habil Marati di Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar). Dengan tambahan 2,5 ton beras di Kendari, total bantuan pangan yang disebut telah disalurkan di Sulawesi Tenggara mencapai 16,5 ton, terdiri dari 15 ton untuk wilayah Muna dan Muna Barat serta 2,5 ton untuk Kota Kendari.

Bantuan disalurkan dengan jumlah 5 kilogram beras untuk setiap penerima. Selain beras, sejumlah penerima juga mendapatkan santunan.
“Sama seperti di Muna dan Mubar sebelumnya. Bantuan tersebut dibagikan dengan jumlah 5 kilogram beras untuk setiap penerima, disertai sejumlah santunan,” ujar Onggi, orang yang dipercaya Habil Marati untuk menyalurkan bantuan.
Di Kota Kendari, penyaluran bantuan menyasar sejumlah wilayah, di antaranya Punggolaka, Tobuha, Gunungjati, Wuawua, Tipulu, Baruga, dan Andonohu. Penyaluran juga menyentuh aktivitas sosial di Pondok Pesantren Wushulul Fawwaz.
Menurut Onggi, proses penyaluran bantuan di sejumlah wilayah turut melibatkan pemerintah setempat dan ketua RT.
“Ini aksi sudah kesekian setelah sebelumnya di Punggolaka. Proses penyaluran dilakukan dengan melibatkan Camat Puuwatu dan sejumlah ketua RT,” katanya.
Keterlibatan pemerintah tingkat wilayah dilakukan untuk membantu proses pendataan dan penyaluran agar bantuan diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
Terkait adanya kemungkinan bantuan tersebut berkaitan dengan kepentingan politik, Onggi membantah hal tersebut. Ia menyebut kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian Habil Marati terhadap masyarakat di Sulawesi Tenggara.
“Saya pastikan ini bukan soal politik. Pesta politik masih terlalu jauh. Dan saya juga pastikan ini merupakan gerakan hati Pak Habil yang peduli terhadap saudaranya di Sultra,” ujarnya.
Onggi menjelaskan, kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu pertimbangan dalam penyaluran bantuan. Beras dipilih karena merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.
Ia menyebut bantuan tersebut akan terus diberikan berdasarkan informasi dan masukan mengenai warga yang dinilai membutuhkan.
“Bantuan ini murni gerakan hati Pak Habil. Jadi bukan tidak mungkin akan menyasar seluruh masyarakat Sultra. Itu semua berdasarkan laporan atau masukan yang diterima langsung oleh Pak Habil, kemudian dikonfirmasi kepada orang kepercayaannya apakah layak untuk dibantu atau tidak,” katanya.
Selain masyarakat, bantuan sebelumnya juga disalurkan ke sejumlah masjid dan pondok pesantren di Muna dan Muna Barat.
Untuk Kota Kendari, penyaluran bantuan masih akan dilanjutkan. Onggi mengatakan, kegiatan berikutnya akan menyasar warga di wilayah Puuwatu, termasuk para penyapu jalan dan tenaga kebersihan.
“Kegiatan ini besok akan dilanjutkan di daerah Puuwatu. Bersama Pak Lurah kita sudah mendata penyapu jalan dan tenaga kebersihan lain. Sebanyak 500 orang akan mendapatkan bantuan beras tersebut,” pungkasnya.




