SULTRAWINN.COM, KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari memberikan apresiasi penuh terhadap pelaksanaan talkshow anti korupsi yang diadakan oleh Inspektorat Kota Kendari.
Acara ini menggandeng berbagai pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), serta tokoh masyarakat, tujuannya adalah memperkuat komitmen bersama dalam memerangi korupsi di kota yang dikenal sebagai Kota Bertaqwa ini.
Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik, menekankan bahwa pencegahan korupsi harus menjadi agenda bersama seluruh elemen pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif.
“Ini adalah langkah positif untuk saling mengingatkan agar hati-hati dalam menjalankan tugas dan fungsi, baik kami di DPRD maupun rekan-rekan di eksekutif,” ujar Rajab pada Selasa (15/10/2024).
Rajab berharap kegiatan seperti ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga diterapkan dalam praktik sehari-hari.
“Kami ingin talkshow ini menjadi awal dari tindakan nyata di lapangan. Inspektorat harus terus berperan aktif mengingatkan kami sebagai penyelenggara pemerintahan agar selalu menjaga amanah,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kejari Kendari, Ronal H. Bakara, menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran negara. Menurutnya, pencegahan korupsi harus dilakukan sejak dini.
“Lebih baik kita mencegah daripada harus menindak. Pengelolaan anggaran harus sesuai dengan volume pekerjaan dan tidak boleh ada manipulasi,” tegasnya.
Bakara juga menekankan bahwa pihaknya akan terus memberikan pendampingan melalui instrumen Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) untuk memantau pembangunan strategis di Kendari. Hal ini bertujuan agar setiap pihak yang terlibat menjalankan tugasnya dengan benar dan transparan.
Kepala Inspektorat Kendari, Sri Yusnita, menegaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen besar Inspektorat untuk mencegah korupsi di seluruh tingkatan pemerintahan.
“Kami terus berupaya membangun kolaborasi yang kuat antara legislatif, eksekutif, penegak hukum, dan masyarakat untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan di Kota Kendari,” ujar Sri Yusnita.
Ia juga menekankan bahwa peran Inspektorat adalah memberikan pengawasan dan edukasi, sehingga setiap instansi dapat menjalankan tugas mereka sesuai aturan.
“Pencegahan lebih baik daripada penindakan. Oleh karena itu, kami akan terus sigap mendeteksi dan mencegah pelanggaran sejak dini,” tambahnya.
Rajab Jinik kembali menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam mencegah korupsi, bukan hanya eksekutif dan legislatif, tetapi juga seluruh masyarakat.
“Kota Kendari ini dibangun oleh kita semua, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, penegak hukum, dan sektor swasta. Kolaborasi ini adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kota ini,” tutupnya.