SULTRAWINN.COM, KENDARI – Polemik kepengurusan Taekwondo Indonesia (TI) Kota Kendari mendapat perhatian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kendari. KONI berencana membuka ruang mediasi untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih dan mencari solusi atas persoalan tersebut.
Ketua KONI Kota Kendari, LM Rajab Jinik, mengatakan pihaknya telah menerima surat aduan dari sejumlah dojang yang menyampaikan keberatan terkait kondisi organisasi Taekwondo di Kota Kendari.
Menurut Rajab, KONI akan mengambil posisi sebagai penengah sekaligus fasilitator agar persoalan internal tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi antara pihak-pihak terkait.
“Yang jelas, ada surat masuk di KONI Kota Kendari. Ada beberapa dojang yang merasa keberatan terhadap kondisi organisasi Taekwondo. Kami berdiri sebagai penengah dan fasilitator,” kata LM Rajab Jinik saat dikonfirmasi media ini, Senin (5/10/2026).
Ia mengatakan KONI Kota Kendari dalam waktu dekat akan menyurati Pengkot TI Kendari untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masing-masing pihak untuk menyampaikan pandangan, keberatan, serta persoalan yang dihadapi sehingga dapat ditemukan solusi bersama.
“Kami akan bersurat ke Pengkot TI Kendari untuk memanggil kedua belah pihak dan kami fasilitasi agar masing-masing dapat menyampaikan pendapat, sehingga persoalan Taekwondo Kota Kendari bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Rajab menegaskan, KONI tidak ingin polemik organisasi berdampak terhadap pembinaan atlet maupun persiapan menghadapi Porprov XV Sultra 2026.
Menurutnya, roda organisasi harus tetap berjalan dan kepentingan atlet tidak boleh terdampak akibat persoalan internal.
“Fokus kita bagaimana roda organisasi berjalan dengan baik dan jangan sampai mengorbankan atlet,” tegasnya.
Ia berharap cabang olahraga Taekwondo dapat menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi kontingen Kota Kendari pada Porprov XV Sultra 2026.
Karena itu, Rajab mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam polemik, baik pihak yang saat ini menjalankan tugas maupun pihak yang menyampaikan keberatan, agar menahan diri selama proses fasilitasi KONI berlangsung.
“Kami harapkan Taekwondo ke depan bisa menjadi salah satu penyumbang prestasi emas untuk Kota Kendari. Untuk itu, kami mohon semua pihak menahan diri. KONI akan memfasilitasi penyelesaian persoalan sesuai tupoksi kami,” katanya.
Rajab juga menegaskan dukungan Pemerintah Kota Kendari melalui KONI terhadap perkembangan olahraga, termasuk Taekwondo, tetap berjalan.
Ia berharap polemik internal tidak berlangsung berkepanjangan hingga mengganggu proses pembinaan dan persiapan atlet.
“Harapan kami jangan ada riak-riak di setiap organisasi. Pemkot melalui KONI sangat mendukung perkembangan olahraga di Kendari, termasuk Taekwondo, agar pembinaan dan prestasi atlet dapat terus berjalan,” pungkasnya.
Sebelumnya, belasan pelatih dari sejumlah dojang Taekwondo se-Kota Kendari yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pelatih Taekwondo menyatakan keberatan terhadap figur yang ditunjuk sebagai Plt Ketua Pengkot TI Kendari.
Mereka juga menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan Pengprov TI Sultra dan mendesak agar surat keputusan (SK) penunjukan Plt Ketua TI Kendari dicabut.
Selain persoalan kepengurusan, para pelatih mempertanyakan transparansi proses seleksi atlet Taekwondo Kota Kendari yang dipersiapkan untuk menghadapi Porprov XV Sultra 2026.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya memperoleh tanggapan dari Pengprov TI Sultra dan Plt Ketua TI Kota Kendari terkait keberatan yang disampaikan para pelatih tersebut.












